Postingan

Puisi tentang penyesalan "TERPELAJAR"

Terpelajar  Cipt. Mei Novita Damayanti Sesaat sunyi kau menyepi Sendiri kau dekap kegelapan  Derai tangis membasahi bak lautan penyesalan Lihat! dahulu kau  perkasa bak baju besi, dan kini terkulai bagai sayur basi Seketika meratap menyesali diri Kau sang pendosa, koyak budi pekerti Telah kau cipta benteng penutup nurani, sedari dahulu hingga lama sekali Aduhai, kenapa engkau begini? Kau tak jua memahami, berhenti! Segera kau menghadap kasih sayang ilahi Bukan dengan begini,  Bukan dengan menawan kekejaman dunia  Bersedia kau ikut guliran roda dunia menjadi pemuas hati sang kuli Kau mengerti, bukan? Kuli-kuli itu takkan pernah berhenti   Selalu siap memanipulasi, para pemuja duniawi Pencipta dahaga manusiawi Terlambat ternyata kau sadari Hingga kau terjerat pada jeruji besi Karena jalan kau tempuh tak lagi murni Terpuaskah dahagamu kini? Tangisan mereka yang kau kasihi, dapatkah kau beli deng...

Puisi dengan Judul "Wahai Negeri"dari Santri Untuk Negeri

  Wahai Negeri Cipt. Mei Novita Damayanti Ajari kami, Wahai negeri Bagaimana menghargai Perjuangan tokoh penjara suci yang menata budaya negeri Beri tau kami, Wahai bumi pertiwi Apa guna jihad ini ? Yang pada tuhan ia bersaksi Berartikah perjuangan kami ? Yang rela pada tengah hari Sampai tengah malam hari  Hingga mulai menyambut pagi Dengan tanpa henti Berjuang melawan hawa diri Menulis, membaca, dan mengkaji Makna demi makna kalam ilahi Didiklah  kami Yang belajar untuk mengerti Ayat-ayat berbaik hati Yang kelak kan menuntun diri ini Karena diri ingin mengabdi Pada bait-bait semangat bakti Dan pendirian yang terpatri Di dasar sanubari Ingin diri ini berarti bagimu hai negeri Maka percayalah pada kami Hai, negeri Karna kami adalah generasi Dengan pengabdian yang sejati 2017