Puisi tentang penyesalan "TERPELAJAR"
Terpelajar
Cipt. Mei Novita Damayanti
Sesaat sunyi kau menyepi
Sendiri kau dekap kegelapan
Derai tangis membasahi bak lautan penyesalan
Lihat! dahulu kau perkasa bak baju besi, dan
kini terkulai bagai sayur basi
Seketika meratap menyesali diri
Kau sang pendosa, koyak budi pekerti
Telah kau cipta benteng penutup nurani, sedari dahulu hingga lama sekali
Aduhai, kenapa engkau begini?
Kau tak jua memahami, berhenti!
Segera kau menghadap kasih sayang ilahi
Bukan dengan begini,
Bukan dengan menawan kekejaman dunia
Bersedia kau ikut guliran roda dunia
menjadi pemuas hati sang kuli
Kau mengerti, bukan?
Kuli-kuli itu takkan pernah berhenti
Selalu siap memanipulasi, para pemuja duniawi
Pencipta dahaga manusiawi
Terlambat ternyata kau sadari
Hingga kau terjerat pada jeruji besi
Karena jalan kau tempuh tak lagi murni
Terpuaskah dahagamu kini?
Tangisan mereka yang kau kasihi, dapatkah kau beli dengan janji
Derita mereka yang kau tinggali, mampukah kau tahan kata nanti
Cita mereka yang kau putus asa, terimakah kau beri jawab tak apa
Lalu beginikah bahagia yang engkau kejar?
Bahkan dengan semangat bak api berpijar
Siang malam sunyi kau belajar pintar
Inikah makna terpelajar?
Akhirnya dengan sesal
Kini bisakah kau belajar
2017
Komentar
Posting Komentar