Puisi tentang penyesalan "TERPELAJAR"
Terpelajar Cipt. Mei Novita Damayanti Sesaat sunyi kau menyepi Sendiri kau dekap kegelapan Derai tangis membasahi bak lautan penyesalan Lihat! dahulu kau perkasa bak baju besi, dan kini terkulai bagai sayur basi Seketika meratap menyesali diri Kau sang pendosa, koyak budi pekerti Telah kau cipta benteng penutup nurani, sedari dahulu hingga lama sekali Aduhai, kenapa engkau begini? Kau tak jua memahami, berhenti! Segera kau menghadap kasih sayang ilahi Bukan dengan begini, Bukan dengan menawan kekejaman dunia Bersedia kau ikut guliran roda dunia menjadi pemuas hati sang kuli Kau mengerti, bukan? Kuli-kuli itu takkan pernah berhenti Selalu siap memanipulasi, para pemuja duniawi Pencipta dahaga manusiawi Terlambat ternyata kau sadari Hingga kau terjerat pada jeruji besi Karena jalan kau tempuh tak lagi murni Terpuaskah dahagamu kini? Tangisan mereka yang kau kasihi, dapatkah kau beli deng...